Pengetahuan

Empat Terapi untuk Anak Autis

Seorang anak yang mengidap autisme memiliki dunia yang lain dengan anak-anak normal. Anak autis akan kesulitan dalam menekspresikan dirinya menggunakan kata-kata serta bereaksi terhadap lingkungan menggunakan cara yang berbeda. Anak berkebutuhan khusus seperti autisme kerap meningkat setiap tahunnya.

erlinahappyplay.com

Dalam upaya mengobati anak pengidap autis, diperlukan therapy anak ABK yang bisa Anda simak di bawah ini.

  • Terapi Permainan

Jangan anggap sepele terapi ini karena sangat membantu proses belajar anak pengidap autis. Seorang pendidik dapat membantu anak autis dengan menggunakan teknik-teknik tertentu, seperti bermain dengan teman sejawat yang menyandang autis. Hal ini dimaksudkan supaya belajar bicara komunikasi dan interkasi sosial antara pengidap autis bisa berjalan dengan baik.

  • Terapi Applied Behavioral Analyisis (ABA)

ABA merupakan terapi yang sudah lama digunakan karena cara kerjanya cukup mudah. Anak pengidap autis diberikan pelatihan khusus dengan memberikan hadia atau pujian jika berhasil memenuhi permintaan.

  • Terapi Perkembangan

Contoh dari terapi ini, seperti Son-rise, Floortime, dan Relationship Developmental Intervention (RDI). Terapi perkembangan ini digunakan untuk mengetahui minat anak pengidap autis, seperti kekuatan dan tingkat perkembangan. Terapi ini bisa mempelajari emosional, kemampuan interaksi sosial, dan intelektualnya.

Terapi perkembangan berbeda dengan terapi perilaku ABA pasalnya terapi ini cenderung mengajarkan anak pengidap autis dengan keterampilan yang lebih spesifik. Anak autis acapkali merasa frustasi, bahkan orang-orang di sekitarnya tidak akan memahami keinginan mereka. Pada dasarnya, anak autis kesulitan dalam mengekspresikan kebutuhannya. Bahkan, banyak anak autis yang terlalu sensitif terhadap cahaya, suara, dan sentuhan. Tidak mengherankan jika anak autis kerap mengamuk dan takut berlebihan. Seorang terapis perilaku, harus terlatih mencari latar belakang dari perilaku negatif tersebut. Dan mencarikan solusi dengan merekomendasikan perubahan lingkungan serta rutinitas anak pengidap autis.

  • Terapi Fisikoterapi atau Fisik

Autisme merupakan gangguan perkembangan pervasive. Sudah banyak anak autis yang memiliki gangguan perkembangan motorik kasar seringkali tonus ototnya lemah/lembek sehingga jalannya tidak kuat, serta keseimbangan tubuh tidak begitu bagus. Fisioterapi  dan terapi integrasi sensoris bisa memberikan bantuan agar otot-ototnya kuat dan memperbaiki keseimbangan tubuh

Empat terapi ini sudah terbukti hasilnya dan bisa Anda lakukan dengan kesabaran dan kedekatan personal dengan anak pengidap autis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *